|
|
«
Kembali
:: Perlawanan Rakyat di Hutan Kalimantan
Editor : Nico Andasputra
Buku
ini berisi sejumlah tulisan yang pernah dimuat di sejumlah media cetak. Tentu
saja perihal pergolakan hati nurani rakyat pedalaman yang ternyata juga warga
negara Indonesia. Pergolakan yang banyak terjadi pada rezim Orde Baru tersebut
seolah-olah ingin menggambarkan betapa rakyat jelata tidak dapat apa-apa, atau
tidak ada apa-apanya di mata penguasa.Seperti air yang terus mengalir begitulah
seolah-olah persoalan demi persoalan selalu datang mengusik kehidupan masyarakat
di Kalimantan. Siklus simbiosis mutualisme antara masyarakat desa dan kota
berubah menjadi siklus air susu dibalas dengan air tuba. Dikatakan demikian
karena hasil pertanian yang mengalir ke kota berbalas dengan dikirimnya chainsaw
dan peralatan berat lainnya untuk menghancurkan hutan. Dengan alasan peningkatan
hasil pertanian penguasa dan pengusaha "mengirim" herbisida dan pestisida
kimiawi serta mencoba memaksakan aneka jenis tanaman "unggul". Buku perlawanan
rakyat di hutan Kalimantan ini sesungguhnya menggambarkan letupan-letupan
"berani" sebagai protes terhadap air susu dibalas dengan air tuba.
Ukuran : 16 cm x 21 cm; viii + 76 halaman
Cetakan 1, Juli 1999
Harga : Rp. 8.500,- |
|