|
|
«
Kembali
:: Menolak
Takluk
Penyusun : Anton P Widjaja, Andika Pasti, Benyamin
Efraim, Fajri Nailus Subchi, Frans Lakon, Vitalis Andi. Penyelaras akhir: Edi
Petebang.
Dalam
banyak kasus, perampasan terhadap hak-hak masyarakat adat masih saja terjadi.
Kelompok ini juga selalu mendapatkan gangguan, menghadapi berbagai persoalan,
dan sangat rentan terutama yang berkenaan dengan persoalan pembangunan dan
pengelolaan sumber daya alam. Beberapa kelompok Masyarakat adat yang dulunya
mempunyai kekayaan sumber daya alam, kini telah menjadi kelompok yang paling
banyak kehilangan hak-haknya karena sebuah sistem yang diterapkan. Penyebabnya,
“Pembangunan” ternyata belum menyentuh dan mengikutkan masyarakat adat untuk
berpartisipasi secara berkelanjutan. Atas dasar itu, sangat perlu bagi kita yang
hari ini mengaku sebagai seorang pejuang masyarakat adat untuk mempelajari buku
“Menolak Takluk” ini. Buku dengan dominasi sampul warna merah dan hitam ini
merupakan semacam panduan hasil praktek lapangan untuk memperkuat barisan
masyarakat adat di kampung-kampung yang sedang berjuang merebut kedaulatannya
agar diakui dan dihormati. Lewat panduan buku ini juga, anda akan dapat
menyebarkan ide-ide baru dan kaderisasi pejuang di komunitas masyarakat adat.
Ukuran : 20,5 cm x 27 cm ; 93 halaman
Cetakan pertama, 2008 |
|