|
|
«
Kembali
:: “Anak Tiri”
yang Marjinal; Potret Radio Komunitas di Indonesia: Kasus Kalimantan Barat
Penulis: Elias Ngiuk, Edi Petebang, Evy Flavia
Pengalaman
adalah guru yang paling berharga. Demikian penegasan yang ingin diungkapkan
dalam buku yang memaparkan pengalaman Institut Dayakologi (ID) dalam
memfasilitasi beberapa radio komunitas di Kalimantan Barat ini. Sebagai sesuatu
yang baru muncul dalam era reformasi, tentu pengalaman memfasilitasi masyarakat
dalam mengelola radio komunitas merupakan sesuatu yang penuh dengan dinamika dan
tantangan tersendiri. Radio komunitas ini hadir sebagai medium untuk membangun
perdamaian dan rekonsiliasi. Terobosan-terobosan baru sangat dibutuhkan untuk
mendorong perkembangan radio komunitas di masa yang akan datang. Jika tidak,
nasib radio komunitas bagaikan “anak tiri” dengan posisi marjinal dan sulit
diharapkan berkembang di tengah-tengah masyarakat. Padahal, radio ini jelas
merupakan “penyambung lidah rakyat” yang bersuara tanpa ditumpangi berbagai
kepentingan baik politis maupun ekonomis. Sebenarnya, melalui radio komunitas
pula rakyat bisa mengekspresikan diri mereka seperti apa adanya dan menurut
perspektif mereka sendiri. Para penggiat masalah-masalah sosial di tengah
komunitas adat, serta para pengambil kebijakan sangat layak untuk membaca buku
ini.
Ukuran : 14 cm x 20,5 cm; 105 halaman
Cetakan pertama, September 2006 |
|