|
|
«
Back
:: Mutiara
Damai dari Kalimantan: Pengalaman dan Refleksi
Editor : Edi Petebang
Budaya
merupakan manifestasi paling kongkrit dari interaksi atas lingkungan sekitarnya
dan perubahan-perubahan yang terjadi. Budaya terbentuk dari
pengalaman-pengalaman, maka terjadi proses pembelajaran. Hasil dari pembelajaran
tersebut selanjutnya membentuk cara pandang atau jalan pikiran manusia. Jalan
pikiran inilah yang membentuk keputusan-keputusan dan kesimpulan-kesimpulan atas
berbagai fenomena dan permasalahan yang dihadapi manusia (human cultural
understanding). Buku ini diterbitkan berdasarkan asumsi bahwa nilai-nilai
budaya sangat potensial dalam upaya-upaya membangun perdamaian di
wilayah-wilayah konflik. Asumsi ini, selain karena unsur cultural siftware
memiliki peran penting, juga karena adanya keyakinan bahwa perilaku/tindakan
kekerasan baik itu dalam bentuk konflik sosial (etnis, agama), perang maupun
kekerasan yang dilakukan oleh individu sesungguhnya berawal dari pikiran
manusia. Sebaliknya - bertentangan dengan keyakinan banyak pengamat dan analis -
perbedaan budaya sendiri diyakini tidak menyebabkan konflik, meskipun diakui
bahwa perbedaan budaya berpotensi memperparah konflik yang terjadi. Hal ini
terjadi karena perilaku kekerasan bisa membudaya (Budaya Kekerasan) sehingga
memicu Kekerasan Struktural dan Kekerasan Langsung. Sekali lagi terlihat dengan
jelas bahwa budaya memegang peran yang sangat penting karena Kekerasan
Struktural dan Kekerasan Langsung harus diatasi dengan menghentikan Budaya
Kekerasan. Caranya: dengan merevitalisasi unsur-unsur budaya perdamaian. Buku
ini merupakan bunga rampai pemikiran yang mencoba menggali unsur-unsur potensi
perdamaian dalam lima budaya etnis yakni Dayak, Melayu, Tionghoa, Madura dan
Jawa.
Product Dimensions : 12 cm x 19 cm ; 258 halaman
Publication Date : November 2006
Price : Rp. 35.000,- |
|